Anaknya Mogok Tak Mau Sekolah, Pria Ini Beli HP Android Menggunakan Segepok Uang Pecahan Rp 2000

Pengorbanan orangtua kepada anak memang tak terbatas. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi permintaan sang anak.
Namun terkadang, anak tak memahami kondisi orangtua ketika keinginannya belum terpenuhi.
Tak sedikit, anak mengancam orangtua dengan berbagai hal, agar permintaannya segera dituruti.
 


Salah satunya seperti sebuah kisah yang sedang hangat diperbincangkan di jagat maya ini.
Seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengancam tak mau berangkat sekolah bila tak dibelikan handphone (HP) Android.
Kisah tersebut diposting oleh netizen bernama Darra Henna Art, Rabu (7/12/2016). Ia merasa sedih karena ada seorang pria yang rela berjalan jauh menuju toko tempatnya bekerja, untuk membeli HP.
Rasa sedih sekaligus terenyuhnya bertambah setelah melihat pria itu mengeluarkan pecahan Rp 2.000 dari kantong plastik.
Setelah sedikit berbincang, diketahui bahwa anak pria tersebut meminta untuk dibelikan HP berbasis Android.
Bila tak dituruti, anaknya mengancam tak mau pergi ke sekolah. Saat Darra bertanya apa pekerjaannya, bapak itu justru diam dan terlihat sedikit malu.
"Padahal masih SMP tapi kok ya kayak gitu. Yang ada di pikiran itu anak sebenarnya apa, sekolah kok banyak tingkah, enggak kasian sama orang tua. Enggak mikir apa orang tuanya susah, kerjaannya apa, beruntung masih disekolahin, eh malah minta yang enggak-enggak. Pas ditanya si bapak kerja apa eh bapak gak jawab ,malah diam aja sambil malu malu. Enggak kebayang deh ngumpulin uangnya berapa lama. Jaman sekarang emang aneh-aneh, sudah terlalu modern, jangan terlalu ikutin zaman kali. Dulu waktu jaman saya sekolah paling enggak mau sekolah kalau enggak punya buku yang bergambar gambar barbie atau princess, Lah sekarang enggak mau sekolah karena enggak punya Android. Saya aja pengen beli sesuatu harus usaha sendiri dan nabung dulu sampai berbulan-bulan baru bisa kebeli itu barang, jangan sampai nyusahin orang tua," tulis Darra.
Postingan tersebut kemudian menyebar viral di media sosial. Banyak yang sekadar membagikan, tapi tak sedikit pula yang melakukan salin sekaligus tempel, serta mengunggah ulang foto kejadian mengharukan itu.
Tribunjogja.com belum dapat mengkonfirmasi Darra, di mana lokasi tempatnya bekerja. Di status Facebook yang terbaru ia hanya mengatakan, telah menghapus foto pria tersebut agar tidak di-bully netizen. (*)